Sabtu, 15 Agustus 2015



BAHAN AJAR
SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA

A.     Pengertian Perusahaan Jasa
Sebelum dibahas tentang perusahaan jasa, perlu diketahui pengertian perusahaan secara umum. Perusahaan adalah suatu organisasi yang didirikan oleh seseorang atau sekelompok orang atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi dan distribusi baik barang maupun jasa dengan tujuan memperoleh keuntungan.
Dilihat dari jenis usahanya, maka perusahaan dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu perusahaan jasa, perusahaan dagang, dan perusahaan manufaktur. Perusahaan jasa adalah
perusahaan yang didirikan seseorang atau sekelompok orang yang kegiatan pokoknya bergerak dalam bidang pelayanan jasa atau menjual jasa. Perusahaan jasa dapat berupa perusahaan perorangan, persekutuan ataupun perseroan. Perusahaan jasa yang banyak dijumpai di sekitar kita, contohnya bengkel mobil ataupun motor, salon kecantikan, perusahaan telekomunikasi, dan gedung-gedung bioskop, jasa/ servis elektronik, persewaan komputer, persewaan kendaraan/ mobil dan masih banyak lagi yang lain.
Siklus kegiatan perusahaan jasa dimulai dengan persiapan penyerahan jasa dan berakhir dengan penyerahan jasa kepada pelanggan. Dalam perusahaan jasa tidak ada arus masuk dan keluar barang kepada pelanggan, yang ada hanya pemakaian barang untuk membantu pelayanan kepada pelanggan.
Perusahaan jasa akan memperoleh penghasilan dari pelanggan atas jasa-jasa yang telah diberikan. Dalam rangka memperlancar usahanya, perusahaan jasa akan menggunakan perlengkapan, peralatan, gedung, dan mengeluarkan beban-beban operasi.
·           Karakteristik perusahaan jasa
1.      Kegiatannya memberikan pelayanan dengan menjual jasa
2.      Bersifat relatif dan cenderung tidak sama dalam penetapan harga pada jasa yang ditawarkan.
3.      Pendapatan pokok diperoleh dari hasil penjualan jasa
4.      Laba usaha pokok diperoleh dari hasil penjualan jasa dikurangi biaya-biaya.
5.      Akun yang timbul sesuai dengan kegiatannya adalah
a. pendapatan jasa, dan
b. beban


B.     Mekanisme Debet Kredit
Langkah pertama dalam siklus akuntansi adalah menganalisis transaksi dan kejadian selanjutnya ditentukan letak pencatatannya. Setiap transaksi, paling tidak memengaruhi  dua akun/rekening yaitu akan dicatat dalam sepasang rekening yang berkaitan dengan transaksi tersebut.
Oleh karena itu pencatatannya disebut dengan system            akuntansi berpasangan ( double entry accounting system) artinya setiap pencatatan di Debit harus juga dicatat di Kredit dengan
besar yang sama atau seimbang. Debit bukan berarti bertambah dan Kredit bukan berarti berkurang. Istilah Debit    merupakan suatu hal yang telah disepakati/konvensi disebut
Kiri  dan Kredit memiliki makna Kanan.
Setiap transaksi berpengaruh pada suatu rekening/akun. Rekening/akun ini merupakan tempat mencatat sekelompok transaksi yang sejenis. Misalnya transaksi yang berkaitan dengan pembayaran dan penerimaan uang tunai dimasukkan dalam rekening/akun Kas.
Berdasarkan bukti transaksi selanjutnya dicatat dalam buku harian, dalam hal ini disebut buku jurnal. Sebelum dicatat, terlebih dahulu dianalisis pengaruhnya terhadap posisi harta, utang, modal, pendapatan atau beban. Agar mempermudah pencatatan dapat menggunakan mekanisme debit dan kredit sebagai berikut.
1.      Harta : bertambah di sebelah debit, berkurang di sebelah kredit dan mempunyai saldo normal debit.
2.      Utang : bertambah di sebelah kredit, berkurang di sebelah debit dan mempunyai saldo normal kredit.
3.      Modal : bertambah di sebelah kredit, berkurang di sebelah debit dan mempunyai saldo normal kredit.
4.      Pendapatan : bertambah di  sebelah kredit, berkurang di sebelah debit dan mempunyai saldo normal kredit.
5.      Beban : bertambah di sebelah debit, berkurang di sebelah kredit dan mempunyai saldo normal debit.
·         Rekening  Riil dan Rekening Nominal
Secara umum rekening dapat dikelompokkan dalam dua yaitu kelompok rekening riil dan rekening nominal. Rekening riil adalah rekening yang ada dalam neraca yang terdiri atas kelompok harta, utang dan modal. Dinamakan rekening riil
karena jumlah saldo dari masing-masing rekening dapat menunjukkan saldo yang sebenarnya dan melekat pada pos yang bersangkutan pada saat tertentu. Rekening nominal disebut juga dengan rekening sementara karena pada akhir periode akan dipindahkan ke rekening Modal. Kelompok rekening nominal ini terdiri atas rekening yang ada dalam Rugi-Laba dan perubahan modal antara lain berupa pendapatan, beban, untung rugi, setoran, dan pengambilan prive.
C.     Pembuatan Jurnal
Pencatatan transaksi selalu dilakukan atas dasar bukti transaksi. Prosedur pencatatannya tidak secara langsung pada rekening yang bersangkutan, karena tidak praktis dan kurang efisien. Sebelum transaksi dicatat di dalam rekening, terlebih dahulu dicatat dalam sebuah buku catatan yang dilakukan secara kronologis urut sesuai dengan tanggal terjadinya. Buku tersebut dinamakan jurnal. Jadi jurnal merupakan buku yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan secara kronologis urut sesuai dengan tanggal terjadinya transaksi, berisi tentang rekening-rekening yang terpengaruh oleh transaksi  beserta jumlah dan keterangan ringkas tentang transaksi tersebut.
Berikut ini disajikan format jurnal umum:
TANGGAL
NO BUKTI
KETERANGAN
REF
DEBET
KREDIT













Penjelasan:
·           Kolom tanggal, diisi dengan tanggal terjadinya transaksi secara kronologis.
·           Kolom keterangan, digunakan untuk mencatat  rekening yang di debit dan di kredit serta penjelasan singkat tentangtransaksi.  Pencatatan sisi debit berada di tepi kiri dekat dengan garis batas dan pencatatan sisi kredit lebih masuk ke kanan.
·           Kolom Ref, singkatan dari Referensi diisi dengan nomor rekening saat pemindahbukuan (posting) dilakukan.
·           Kolom debit, diisi dengan angka yang ada di sisi debit.
·           Kolom kredit, diisi dengan angka yang ada di sisi kredit.


D.     Pemindahbukuan (posting) ke buku besar
Buku besar adalah kumpulan dari rekening-rekening yang sejenis yang saling berhubungan dan merupakan satu kesatuan. Kumpulan rekening ini terbagi dalam lima kelompok yang disebut juga dengan buku besar adalah harta, utang, modal, pendapatan, dan beban. Harta terdiri atas Buku besar adalah kumpulan dari rekening-rekening yang sejenis yang saling berhubungan dan merupakan satu kesatuan. Kumpulan rekening ini terbagi dalam lima kelompok yang disebut juga dengan buku besar adalah harta, utang, modal, pendapatan, dan beban.
Pemindahbukuan  ( posting )  adalah  mencatat atau memindahkan rekening dan jumlah angka yang berasal dari jurnal ke buku besar dengan memberikan tanda  posting tertentu.   Berbeda dengan penjurnalan yang harus dilakukan secara rutin setiap hari. Pemindahbukuan ini dapat dilakukan setiap akhir pekan (seminggu sekali) atau bisa juga tiap akhir bulan. Sebagai tanda bahwa posting telah dilakukan, maka tiap-tiap terjadi pemindahbukuan harus ditandai baik dalam jurnal maupun pada buku besarnya. Pemindahbukuan ( posting) dilaksanakan setelah semua transaksi dicatat ke dalam buku jurnal. Pemindah bukuan darijurnal umum ke buku besar dengan prosedur berikut:
·           memindahkan tanggal transaksi yang ada pada jurnal umum ke kolom tanggal buku besar rekening yang bersangkutan,
·           memindahkan jumlah nominal transaksi yang ada pada jurnal umum ke kolom debit ataupun kredit buku besar rekening yang bersangkutan,
·           memindahkan halaman jurnal umum ke kolom ref buku besar yang bersangkutan sebagai tanda sumber pemindahbukuan,
·           memindahkan kode rekening ke kolom ref pada jurnal umum sebagai tanda transaksi telah dipindahbukukan.
Contoh Buku Besar :
TGL
KETERANGAN
REF
DEBET
KREDIT
SALDO
DEBET
KREDIT











E.      Tahap Pengikhtisaran
1.      Neraca Saldo
Neraca saldo/daftar sisa merupakan suatu daftar tempat pencatatan secara sistematis sisa-sisa akun buku besar sebelah debit dan kredit. Dapat juga diartikan sebagai suatu daftar yang berisi saldo-saldo perkiraan buku besar yang terdapat dalam suatu perusahaan.
Penyusunan neraca sisa bertujuan sebagai berikut :
a.       Mempersiapkan penyusunan laporan keuangan
b.      Menguji keseimbangan saldo debet dan kredit
c.       Mengetahui kekeliriuan yang mungkin terjadi
(Nama Perusahaan)
Neraca Saldo
(Tanggal, Bulan dan Tahun)

NO
Nama Akun/ Perkiraan
Debet
Kredit





2.      Jurnal Penyesuaian
Saldo-saldo akun yang tampak pada neraca saldo, sebetulnya merupakan ringkasan transsaksi perusahaan selama satu periode akuntansi. Akun-akun dalam neraca saldo terdiri dari dua golongan yaitu akun rill dan nominal. Akun rill terdiri atas harta, utang dan modal sedang akun nominal terdiri atas pendapatan dan beban.
Tujuan membuat jurnal penyesuaian antara lain yaitu :
1.      Untuk memisahkan akun-akun yang bersifat masih campur (mixed) menjadi akun rill dan akun nominal.
Contoh :
Akun asuransi dibayar di muka. Dengan adanya jurnal penyesuaian maka akun tersebut dipisah menjadi dua macam yaitu :
a.       Beban asuransi yang benar-benar menjadi beban diperiode tersebut. Akun ini termasuk akun nominal
b.      Yang masih tetap merupakan asuransi dibayar di muka atau piutang asuransi bagi perusahaan. Akun ini termasuk akun rill.
2.      Agar pada akhir peeriode, akun-akun rill khususnya aktiva dan utang di dalam nearaca menunjukan jumlah yang sebenarnya.
3.      Agar pada akhir priode, akun-akun nominal yaitu pendapatan dan beban menunjukan jumlah uang yang benar-benar menajdi pendapatan dan beban pada periode yang bersangkutan.
Dalam perusahaan jasa ada enam hal yang sering terjadi atau memerlukan peneysuaian yaitu  :
a.       Penyesuaian untuk akun perlengkapan, karena ada perlengkapan yang habis dipakai.
b.      Penyesuaian untuk aktiva tetap, karena adanya penyusutan harta
c.       Penyesuaian untuk beban dibayar di muka, karena adanya beban yang telah lewat waktu
d.      Penyesuaian untuk beban yang akan dibayar, karena jasa telah di nikmati namun belum dibayar.
e.       Penyesuaian untuk akun pendapatan diterima di muka, karena adanya pendapatan yang telah lewat waktu.
f.       Penyesuaian untuk pendapatan yang akan diterima, karena jasa telah diberikan namun hasilnya blum diterima.
3.      Neraca Lajur
Neraca lajur atau kertas kerja merupakan suatu daftar tempat pencatatan neraca saldo, penyesuaian, serta penggolongan akun buku besar, yang dipergunakan sebagai alat bantu untuk menyusun laporan keuangan oleh karena bentuknya berlajur-lajur, maka kertas sering disebut neraca saldo.
Kertas kerja berfungsi sebagai alat bantu dalam menyusun laporan keuangan. Karena fungsi sebagai alat bantu untuk mempermudah dalam penyusunan laporan keuangan, maka penyusunan kertas kerja ini bukan tujuan akhir dari akuntansi.
Adapun tujuan penyusunan neraca lajur adalah sebagai berikut :
1.      Mempermudah dalam penyusunan laporan keuangan
2.      Mengurangi kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi saat menyusun jurnal penyesuaian.
3.      Memeriksa ketepatan perhitungan yang dilakukan.
Contoh kertas kerja 12 kolom :

(Nama Perusahan)
Kertas Kerja
(Tanggal, bulan dan tahun )

No Perkiraan
Nama Perkiraan
Neraca Saldo
Penyesuaian
Ns. Stlh Penyesuaian
Laba/Rugi
Neraca
D
K
D
K
D
K
D
K
D
K













F.      Tahap Pelaporan
1.      Laporan Laba/Rugi
Laporan laba rugi atau perhitungan laba rugi adalah suatu laporan yang memberikan gambaran ringkas tentang seluruh pendapatan dan beban dari suatu perusahaan dalam suatu periode.
Contoh :




(Nama Perusahaan)
Laporan Laba/Rugi
(tanggal, bulan, tahun)

Pendapatan              
Pendapatan Jasa                                      Rp. ……
Pendapatan Bunga                                  Rp. ……

Total Pendapatan
                                                                                                                                        Rp. …………
Beban-beban :
Beban perlengkapan                              Rp. ……
Beban sewa                                                               Rp. ……
Beban Penyusutan                                  Rp. ……
Beban Lain-lain                                         Rp. ……
Total Beban                                                                                                                                Rp. …………

 Pendapatan Bersih                                                                                                 Rp. …………
                                                                                                                                       
2.      Laporan Perubahan Modal
Laporan perubahan modal merupakan ringkasan peruabahan modal suatu perusahaan selama periode tertentu. Laporan ini disajikan untuk melengkapi laporan keuangan lainnya, yaitu perubahan penambahan atau perubahan pengurangan atas modal dalam suatu periode.
Unsure yang mempengaruhi modal yaitu :
Unsur-unsur penambahan modal
Unsure-unsur penguranagan modal
Investasi Tambahan
Laba Bersih
Laba/Rugi
Pengambilan pribadi/prive





Contoh bentuk Laporan Perubahan Modal :
(Nama  Perusahaan)
Laporan Perubahan Modal
(Tanggal, bulan dan Tahun)

Modal Per…..                                                                                Rp.
Laba Bersih                                   Rp.
Prive                                  Rp.
Penambahan Modal                                                                                   Rp.
Modal Per                                                                                      Rp.



3.      Neraca
Neraca merupakan suatu daftar yang memuat unsure harta, utang dan modal yang disusun secara sistematis sehingga menggambarkan keadaan keuangan pada saat tertentu.
Penyusunan neraca biasanya disusun dalam dua bentuk yaitu :
a.       Bentuk skontro atau sebelah menyebelah, yaitu penyajian unsure harta dicatat sebelah kiri dan penyajian unsure utang dan modal dicatat sebelah kanan, sehingga jumlahnya seimbang.
b.      Bentuk stafel yaitu penyajian unsure harta, utang dan modal disusun berurutan dari atas ke bawah.
4.         Jurnal Pembalik
Pada jurnal penyesuaian akhir periode akuntansi, sering memunculkan akun-akun baru yang semula dalam neraca sisa belum ada, yaitu berupa kewajiban/ utang dan tagihan atau piutang yang berkaitan dengan pendapatan dan beban. Akun-akun tersebut adalah utang pendapatan, piutang pendapatan, utang beban, dan beban dibayar dimuka. Akun-akun tersebut akan muncul pada neraca saldo setelah penutupan yang sebelumnya pada neraca saldo blum ada.
Adapun tujuan jurnal pembalik yaitu :
a.       Menghilangkan atau mengenolkan akun utang dan piutang tentang pendapatan dan beban yang muncul saat dibuat jurnal penyesuaian
b.      Agar perhitungan pendapatan dan beban pada periode yang akan berjalan dilakukan secara tepat
c.       Agar tidak terjadi dua kali perhitungan (doubl counting) baik untuk pendapatan dan beban pada periode yang akan berjalan.
5.         Jurnal Penutup
Ayat jurnal penutup adalah ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode untuk menolkan akun-akun nominal agar dapat dipindahkan ke akun modal melaui ikhtisar laba/rugi.
Fungsi jurnal penutup adalah untuk menghitung laba rugi perusahaan dalam suatu periode agar dapat pada pembukuan selanjutnya, perkiraan seperti pendapatan, beban dan prive harus berldo nol maka dari itu harus dibuat jurnal penutup.
6.         Neraca Saldo setelah Penutupan
Neraca saldo setelah penutupan adalah daftar yang memuat nama-nama akun rill beserta saldonya pada akhir periode setelah penutupan.